Semalaman di Parapat langsung terus ke Berastagi International Cottage. Setiba dibilik hotel semua gadgets hampir melepaskan hayatnya so hanya ini saja yang sempat dirakamkan sebelum malam berlabuhkan tirai harinya. Keindahan Sinabung sememangnya cukup terserlah dengan ngah, tidak seperti Sibayak hanya menyepi merendahkan diri. Kedua menyimpan pelbagai cerita sejak beratus tahun hingga ke-hari ini. Aku disini hanya sekadar ingin menobatkan rasa yang aku rasa perlu dan amat tepat pada tempat dan waktu. Hrmmmm gelap seakan mencemburi dingin yang asyik memeluk tubuhku. Apa lagi daya aku disini..? Keindahan suasana terlalu mengoda rasa, aku seolah tewas dalam pelukan dingin malam. Lelah kini menjadi raja, akulah hamba rasa yang ingin beradu dan biarkan hati berbahasa sendiri. Kerna desakan rindu kian menyesakkan dada lagi...
Dalam dingin aku punya permintaan hati, hanya satu detik lagi aku mungkin kan terbang jauh meninggi lihat indahnya dunia kembali. Disini tika ini yang tak mungkin bisa kutahani lagi, aku ingin bermanja dengan rasa...hilangkan semua kata yang tinggal hanya airmata dalam rangka sayang atau cinta sebenarnya. Melepaskan rasa dihati, untuk hal mimpi atau nyata dan bedakan rasa dan suasana. Mensyukuri tiap yang tiba, aku temui kini ruang rindu yang semenangnya aku ingini...
ch000tz: yang menyebalkan rasa hanya kamu..
ch000tz: yang menyebalkan rasa hanya kamu..