Monday, July 03, 2006

Menelusur Jejak Kelmarin

Perlukah kuperlihatkan 'tuk tatapan seluruhnya
Tiap kedutan garis tua yang menghiasi jemari
Gempa yang mengegarkan perasaan hampir terhenti nadi ini
Berlumus kuhimpunkan seluruh kekuatan jiwa
Demi tuk' aku pertahankan hati meratapi ledakan sengsara

Aku ingin....
Terus menjejak baris kata² semalam
Menyusuri gambaran kenangan silam
Sungguh punya bahang terik matahari, biar ada dingin rembulan
Berpelukan bersama angin yang mengendap jendela

Aku insan, yang tidak punya jemu
Tidak mengenal lelah jiwa, terus kucandakan kata
Walau tika hati ditepian yang cukup rapuh
Rela gelombang kata² bisu ini bermain sendiri
Menyapa hati dan terhasil bebutir pasir puitis

Mungkin aku insan yang gagal disini
Tewas kekalkan semua rasa hati
Pertahan rintih rindu jiwa yang makin sepi
Tertanya hati, tanya pada diri
Tuk' apa perlunya lagi diriku disini

Aku sadar semua tidak lagi secantik pelangi
Warna jejalanan sisa hidup tidak secantik bidadari
Dasar sederhana diri yang sengaja dihina
Hilang warna bahagia, pudar bercela
Yang tinggal sekadar warna usang sephia

Menelusur sisa riwayat pemberian Illahi
Aku puas satukan semua rasa hati
Sebelum kutemui noktah dalam semua bicara
Tika tiba waktu, masa tuk' memahati tugu batu kecil
Sebaris nama tertera didada.....